Qasidah Surga dan Neraka

Qasidah Surga dan Neraka

Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat pagi saudara-saudariku sekalian, di kesempatan kali ini saya akan membagikan salah satu qashidah yang pernah saya baca di dalam sebuah buku yang berjudul "Seni Menghadapi Publik" karya Dr. Akrim Ridha yang mana nantinya sekaligus akan menjadi artikel perdana dari blog ini.
Dan tak lupa doakan selalu agar penulis selalu diberi kesehatan dan dapat istiqomah membagikan artikel-artikel seperti ini di masa yang akan datang, Aamiin.

Di dalam buku tersebut, ada sebuah cerita yang sangat menarik menurut saya yang mana akan mengingatkan kita kembali akan betapa bodohnya diri kita ini, betapa lalainya kita terhadap apa yang terah diberikan Allah kepada kita.

Dalam qashidah itu diceritakan bahwa :

Imam Ahmad pernah ditanya, " Hai Abu Abdillah, bagaimana komentar anda mengenai qashidah-qashidah lembut yang menceritakan surga dan neraka?"
Beliau bertanya balik, "Qashidah seperti apakah itu?" Sang penanya  menjawab, "Qashidah yang berbunyi,

Ketika Tuhan bertanya kepadaku,
Tidakkah engkau malu berbuat maksiat kepada-Ku?
Engkau menyembunyikan dosa dari hamba-hamba-Ku
Tetapi justru engkau berani membawa kemaksiatan ke hadapan-Ku?"

Beliau berkata, "Ulangi Sekali lagi". lalu sang penanya berkata, "Akupun mengulanginya sekali lagi, lalu beliau berdiri dan memasuki rumahnya seraya menutup pintu. Setelah itu aku mendengar isak tangis beliau dari dalam rumah sambil mengulang-ulang qashidah, Ketika Tuhanku bertanya kepadaku,
Tidakkah engkau malu berbuat maksiat kepada-Ku?".

Qashidah yang sangat singkat, hanya terdiri dari 4 kalimat yang bahkan tidak butuh waktu 1 menit untuk membacanya. Tetapi lihatlah, seberapa besar pesan yang di sampaikan dengan beberapa kalimat tersebut. Saya sendiri merasa terpukul dengan qashidah diatas, saya merasa malu kepada diri saya sendiri dan mungkin anda juga demikian. Betapa seringnya kita lupa dan lalai kepada Allah, dan betapa singkatnya kita mengingat-Nya. Kita kerap kali berpikiran bahwa hidup itu hanya Horizontal, materialistik, keduniawian padahal dibalik semua itu ada Allah yang selalu mengawasi kita, ada Allah yang tiada sehelai daunpun gugur kecuali Ia mengetahuinya (QS. Al-An'am : 59)

Semoga Artike diatas dapat menjadi renungan bagi diri kita dan juga dapat bermanfaat bagi kita sekalian, aamiin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel