Sindiran Untuk Kalian Yang Sering Berbuat Maksiat!

Qasidah Surga dan Neraka

Assalamualaikum Wr.Wb.

Jika anda disuruh memilih kelak ingin masuk surga atau neraka, pasti anda akan memilih surga. Sayangnya tidak semua orang berkesempatan untuk memasuki tempat paling mulia ini.

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk paling mulia. Namun Allah memberikan suatu hal yang membuat manusia mudah terombang-ambing oleh nikmat duniawi, yaitu Hawa Nafsu.

Syetan memanfatkan nafsu  manusia untuk menjerumuskan seseorang ke dalam jurang kesesatan, kemaksiatan, hingga kemusrikan yang sangat di benci Allah SWT. Maka tak heran Rasulullah pernah menyampaikan hanya segelintir umat yang akan masuk surga, sisanya akan di siksa dengan api neraka yang amat pedih.

Bicara soal surga dan neraka, pada artikel pertama saya ini kita akan membahas salah satu qashidah yang pernah penulis baca di dalam sebuah buku yang berjudul "Seni Menghadapi Publik" karya Dr. Akrim Ridha.

Di dalam buku tersebut, ada sebuah cerita yang amat sangat menarik. Cerita tersebut seolah seperti sindiran kepada kita tentang betapa bodohnya diri kita, betapa lalainya kita terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.



Qasidah Surga dan Neraka


Imam Ahmad pernah ditanya,
"Hai Abu Abdillah, bagaimana komentar anda mengenai qashidah-qashidah lembut yang menceritakan surga dan neraka?"

Beliau bertanya balik,
"Qashidah seperti apakah itu?"

Sang penanya  menjawab,
"Qashidah yang berbunyi,"
Ketika Tuhan bertanya kepadaku:
"Tidakkah engkau malu berbuat maksiat kepada-Ku?"
"Engkau menyembunyikan dosa dari hamba-hamba-Ku"
"Tetapi justru engkau berani membawa kemaksiatan ke hadapan-Ku?"

Beliau berkata,
"Ulangi Sekali lagi."

Sang penanya pun mengulanginya sekali lagi, lalu beliau berdiri dan memasuki rumahnya seraya menutup pintu.

Setelah itu ia mendengar isak tangis beliau dari dalam rumah sambil mengulang-ulang qashidah,
Ketika Tuhanku bertanya kepadaku,
"Tidakkah engkau malu berbuat maksiat kepada-Ku?".
Qashidah yang sangat singkat, hanya terdiri dari 4 kalimat yang bahkan tidak butuh waktu 1 menit untuk membacanya. Tetapi lihatlah, seberapa besar pesan yang di sampaikan dengan beberapa kalimat tersebut.

Saya sendiri merasa terpukul dengan qashidah diatas, saya merasa malu kepada diri saya sendiri dan mungkin anda juga demikian. Betapa seringnya kita lupa dan lalai kepada Allah, dan betapa singkatnya kita mengingat-Nya.

Kita kerap kali berpikiran bahwa hidup itu hanya Horizontal, materialistik, keduniawian padahal dibalik semua itu ada Allah yang selalu mengawasi kita, ada Allah yang tiada sehelai daunpun gugur kecuali Ia mengetahuinya (QS. Al-An'am : 59)

Semoga Artike diatas dapat menjadi renungan bagi diri kita dan juga dapat bermanfaat bagi kita sekalian, aamiin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel