Kucing Memiliki 9 Nyawa, Benarkah Demikian?

Kucing Memiliki 9 Nyawa, Benarkah Demikian?

Kucing merupakan hewan peliharaan rumahan yang paling populer selain anjing. Di indonesia sendiri karena kebanyakan masyarakatnya adalah umat muslim maka kucinglah yang seringkali dipilih menjadi hewan peliharaan, sebab memegang anjing dalam agama islam termasuk najis.

Mitos di masyarakat sangat beragam mengenai kucing ini. Ketika seseorang menabrak kucing hingga tewas dan meninggalkannnya begitu saja, maka sang penabrak tersebut akan terkena karma dan mendapat kesialan. Mitos lainnya yang paling populer mengenai kucing adalah bahwa mereka memiliki sembilan nyawa di dalam tubuhnya.

Dalam agama islam sendiri kami tidak mengenal yang namanya reinkarnasi dalam kehidupan. Makhluk hidup yang sudah mati tidak dapat dihidupkan kembali. Namun diluar sana masih banyak orang dari agama lain yang mempercayai adanya reinkarnasi sehingga membenarkan kucing memiliki 9 nyawa. Nah benarkah kucing memang mempunyai 9 nyawa?

Pada dasarnya, alasan terkuat kenapa kucing disebut-sebut memiliki 9 nyawa adalah karena kemampuannya untuk selamat saat jatuh dari ketinggian. Hal ini bukanlah keberuntungan semata, namun memang karena kucing memiliki sistem keseimbangan dan koordinasi tubuh yang luar biasa. Sistem inilah yang membuat kucing ketika jatuh akan menyadari pada posisi apa mereka jatuh.

Jik kucing jatuh dalam posisi terbalik, mereka secara otomatis akan segera memutar tubuh sehingga kakinya berada di sebelah bawah, dan bersiap untuk mendarat. Setelah memutarken kaki ke bawah, mereka akan segera meregangkan kakinya sehingga angin menahannya laju tubuhnya. Rekor tertinggi pernah mencatat bahwa kucing pernah jatuh dari ketinggian lantai 46 tingkat dan tetap bisa bangun dan berjalan walaupun agak terpincang-pincang.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kucing jatuh, maka semakin banyak pula tulang mereka yang patah. Namun itu hanya berlaku jika ia jatuh di ketinggian di bawah lantai 5. Lebih dari itu, jumlah tulang kucing yang patah akan menurun drastis, apalagi jika jatuh dari tempat yang semakin tinggi.

Alasannya, kucing memiliki kecepatan jatuh maksimal atau terminal velocity 60 mil/jam. Sesuai hukum fisika, saat kucing jatuh dari tempat yang lebih tinggi, maka kecepatan jatuh si kucing makin bertambah. Ketika kecepatan jatuh kucing tersebut mencapai terminal velocity, di saat itulah kucing merasa paling rileks dan nyaman. Maka dia akan mulai meregangkan kakinya seperti bajing loncat untuk mengurangi efek jatuhnya. Nah itulah sebabnya semakin tinggi kucing jatuh, semakin tinggi pula kesempatan mereka untuk merasa rileks. Itu juga yang menyebabkan jikalau mereka jatuh dari tempat yang rendah, jatuhnya akan lebih berasa karena mereka belum sempat rileks.

Kaki kucing juga sangatlah istimewa. dengan postur kaki yang panjang dan berotot, maka akan memiliki sifat pegas yang siap untuk menahan dirinya saat jatuh dari ketinggian sehingga merunga risiko terjadinya cidera pada tubuh mereka. Inilah yang mendasari mitos kucing yang disebut-sebut sebagai hewan yang memiliki 9 nyawa.

Demikian informasi mengenai Kucing yang Memiliki Sembilan Nyawa. Apabila bermanfaat, Bagikan artikel ini ke teman-teman kalian. Terimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel