Blogger vs Wordpress, Terbatas vs Terlepas?

Perbandingan Blogger vs Wordpress, Terbatas vs Terlepas?
Ilustrasi diambil dari newtamilanda.com

Sebagai penulis blogger, saya seringkali merasa terkagum-kagum dengan layanan yang dibawa olehnya. Gratis, , mudah dan murah mungkin slogan yang tepat untuk layanan Google yang satu ini. Selain itu, banyaknya template yang dapat diperoleh baik secara gratis maupun berbayar juga sangat memudahkan kami para blogger membuat website/blog sesuai dengan yang kita inginkan. Pokoknya lengkap lah, pikir saya.

Singkat cerita, beberapa waktu setelah itu website baca manga atau komik online komikindo.web.id yang saya ikuti mendapat Pesan Mesra dari Google. Isinya yaitu peringatan kepada kami bahwa web tersebut telah melanggar hak cipta dan terancam terkena banned permanen dari Google.

Secara hukum ya memang sepertinya perbuatan kami para staff web manga scanlation termasuk pelanggaran hak cipta, tapi bisa dilihat betapa berpengaruhnya hal itu dalam membantu meningkatkan kepopuleran manga yang kami  kerjakan, di mana secara tidak langsung juga sebagai bentuk dukungan kepada sang Author manga tersebut.

Lalu kenapa hanya web kami? kenapa web besar seperti mangaku dan mangacanblog tidak terciduk? Itu karena mereka menggunakan hosting yang mendukung Ignore DCMA (Digital Millennium Copyright Act). Intinya hosting jenis ini bisa meminimalisir web yang bersangkutan tercyduk copyright.

Untuk lebih lengkapnya mengenai DCMA, baca juga: "Apa itu DCMA? Pengertian dan Manfaat DMCA"

Dari sini, saya yang awalnya hanya tahu-menahu mengenai blogger akhirnya secara tidak langsung mempelajari wordpress. Dengan minimnya pengetahuan, tentu tampilan yang berbeda membuat saya membutuhkan waktu tambahan untuk menyesuaikan diri.

Di rentang waktu tersebut, saya dapat memberi kesimpulan bahwa:
Rupanya Jalan yang Saya Tapaki saat ini Tak Lebih dari Butiran Debu di Padang Pasir.

Sedikit berlebihan memang, tapi  dari sini saya tahu bahwa apa yang bisa dilakukan oleh blogger juga bisa dilakukan oleh wordpress, tetapi banyak hal yang bisa dilakukan oleh wordpress tetapi tidak bisa dilakukan oleh blogger.

Gratis mungkin memang kelebihan luar biasa bagi blogger seperti saya, yang mana selama blog tersebut tetap berdiri dan menghasilkan, it's okay! Tetapi jangan lupa bahwa di luar sana banyak orang yang membuat website tidak hanya sebagai sarana berbagi informasi, melainkan juga sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan.

Sebagai contoh, kita tahu bahwa secara garis besar tampilan blogger memiliki karakteristik:

  • Header
  • Main
  • Footer

Biasanya ada juga sidebar di samping kanan atau kiri blog tersebut. Jika komentar bawaan blogger kurang memuaskan, anda juga masih bisa menggantinya dengan komentar dari Disqus. Pertanyaannya adalah, bagaimana kalau kita ingin membuat sebuah website yang unik, tema full custom sesuai kehendak kita, atau menambahkan fitur daftar sebagai member layaknya website profesional?

Itulah kenapa saya memberi artikel ini dengan judul Blogger vs Wordpress, Terbatas vs Terlepas. Lantas apakah blogger memang seburuk itu? Tidak juga. Semua tetap kembali ke kebutuhan kita masing-masing.

Tidak ada satu-pun hal di dunia ini yang sempurna, begitu juga dengan perbandingan dua layanan ini. Meski terbatas, Blogger pasti juga memiliki banyak kelebihan. Kelebihan yang paling terasa menurut saya ada di bandwith dan storage. Entah unlimited atau gimana yang jelas hingga saat ini saya masih belum menemui yang namanya kehabisan storage atau apalah itu saat kita mengupload file ke dalam postingan blogger. Ini sangat bertolak belakang dengan wordpress yang harus menggunakan versi premium dulu sebelum bisa menggunakan fitur-fitur yang ada secara penuh.

Baca juga: "Kelebihan dan Kekurangan Blogspot yang Harus Anda Ketahui"

Bagaimana? Sudah dapat gambaran 'kah anda mengenai perbandingan antara Blogger dan Wordpress? Saya harap dengan artikel ini tidak ada lagi kata "Bagus mana sih Blogger sama Wordpress?" atau "Enaknya bikin di Blogger atau Wordpress ya?", karena memang baik blogger maupun wordpress memiliki pangsa pasar yang berbeda.

Nah dari pada berlama-lama, alangkah baiknya kita akhiri sampai di sini artikel mengenai "Blogger vs Wordpress, Terbatas vs Terlepas?" kali ini. Sebagai catatan semua yang ditulis di atas hanya sebuah opini dari diri saya pribadi. Jika anda punya pendapat lain, jangan sungkan untuk berkomentar ya! Terimakasih.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel