Kencing Sambil Berdiri Menurut Islam dan Dunia Kesehatan

Kencing Sambil Berdiri Menurut Islam dan Dunia Kesehatan - Altirai.com

Assalamualaikum Wr. Wb.

Buang air kecil atau disebut kencing adalah kegiatan alami yang dilakukan manusia. Hal ini karena makanan dan minuman yang kita masukkan ke dalam mulut disaring oleh tubuh lalu menyisakan kotoran berupa zat padat, cair dan gas. Didalamnya terdapat zat yang tidak diperlukan atau mungkin membahayakan kesehatan jika disimpan di dalam tubuh kita. Saking lazimnya, anda pasti pernah mendengar kaum pemuda menggunakan pelesetan seperti "Panggilan Alam" atau sejenisnya untuk menyebutkan buang air kecil/besar.

Berbicara mengenai cara kencing pria yang benar seringkali menimbulkan pertanyaan:
"Apakah laki-laki diperbolehkan untuk kencing sambil berdiri?"
"Apakah kencing sambil berdiri dapat membahayakan kesehatan pria?"
"Apakah di dalam Islam ada hadits yang melarangan kencing sambil berdiri?"
Hal ini tentu berbeda dengan cara kencing yang benar untuk wanita, dimana sudah sewajarnya baik dari segi kenyamanan maupun medis wanita sebaiknya kencing sambil jongkok. Dalam hal ini, berikut saya akan bahas satu-persatu.

Hadist Yang Berkaitan Dengan Kencing Sambil Berdiri

Ada beberapa hadis yang membahas masalah ini, diantaranya:

1. Hadis yang Menerangkan Rasulullah Kencing Sambil duduk

‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha mengatakan:

مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَبُوْلُ قَائِمًا فَلاَ تُصَدِّقُوْهُ مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلاَّ قَاعِدًا

“Barangsiapa yang mengatakan pada kalian bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri, maka janganlah kalian membenarkannya. (Yang benar) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa kencing sambil duduk.” (HR. At Tirmidzi dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 201 bahwa hadits ini shahih). Abu Isa At Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini adalah hadits yang lebih bagus dan lebih shahih dari hadits lainnya tatkala membicarakan masalah ini.”

2. Hadis yang Menerangkan Rasulullah (Pernah) Kencing Sambil Berdiri

Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anha mengatakan:

أَتَى النَّبِىُّ ، ( صلى الله عليه وسلم ) ، سُبَاطَةَ قَوْمٍ ، فَبَالَ قَائِمًا ، فَدَعَا بِمَاءٍ ، فَجِئْتُهُ بِمَاءٍ ، فَتَوَضَّأَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi tempat pembuangan sampah milik suatu kaum. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kencing sambil berdiri. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta diambilkan air. Aku pun mengambilkan beliau air, lalu beliau berwudhu dengannya.” (HR. Bukhari no. 224 dan Muslim no. 273).

Hadits ini tentu saja adalah hadits yang shahih karena disepakati oleh Bukhari dan Muslim. Ibnu Baththol tatkala menjelaskan hadits ini mengatakan, “Hadits ini merupakan dalil bolehnya kencing sambil berdiri."

3. Hadis yang Melarang Kencing Sambil Berdiri

‘Umar Radhiyallahu ‘Anha berkata:

رَآنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَبُولُ قَائِمًا فَقَالَ :« يَا عُمَرُ لاَ تَبُلْ قَائِمًا ». قَالَ فَمَا بُلْتُ قَائِمًا بَعْدُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatku kencing sambil berdiri, kemudian beliau mengatakan, “Wahai ‘Umar janganlah engkau kencing sambil berdiri.” Umar pun setelah itu tidak pernah kencing lagi sambil berdiri.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Akan Tetapi, hadis yang satu ini dimasukkan kedalam hadis lemah. Syaikh Al Huwainiy –ulama hadits saat ini- mengatakan, “Ibnul Mundzir berkata bahwa hadits ini tidak shahih”. Adapun Syaikh Al Albani juga menerangkan, “Hadits ini dho’if (lemah). Yang tepat, tidaklah mengapa seseorang kencing sambil berdiri asalkan aman dari percikan kencing.”

Jika ditinjau lebih jauh, maka dapat disimpulkan bahwa:
  • Tidak ada Hadis yang secara tegas melarang seseorang untuk kencing sambil berdiri, selain hadist dho'if (lemah).
  • Terdapat hadits yang shahih dari Hudzaifah bahkan hadits ini disepakati oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri.
  • Hadis yang menerangkan bahwasannya Rasulullah kencing sambil duduk tidaklah bertentangan dengan hadis yang membahas Rasulullah pernah kencing sambil berdiri. Dengan kata lain keduanya diperbolehkan.
  • Perkataan Aisyah yang menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah kencing sambil berdiri mungkin hanya sebatas pengetahuan Aisyah ketika Beliau berada di lingkungan rumah.

Kencing Sambil Berdiri Dalam Dunia Kesehatan

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University Medical Center Belanda, para ilmuwan membandingkan perbedaan antara kencing sambil duduk atau jongkok dengan kencing sambil berdiri. Variabel yang diteliti diantaranya kecepatan laju air kencing, waktu yang dibutuhkan untuk kencing, serta jumlah air kencing yang tersisa di kandung kemih.

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa "Tidak Terdapat" perbedaan yang signifikan perihal melakukan kencing berdiri maupun berjongkok. Hanya saja, untuk seseorang yang memiliki riwayat gejala gangguan saluran kemih bawah, sangat dianjurkan untuk kencing dengan posisi duduk/jongkok. Hal ini dikarenakan dalam posisi tersebut, otot-otot pinggul dan panggul akan menjadi rileks sehingga urin akan lebih mudah dikeluarkan.

Sedangkan, untuk pria normal sebenarnya tidak perlu kencing dengan posisi duduk. Sesuaikan saja dengan kenyamanan dirimasing-masing karena tidak ada perbedaan antara posisi kencing sambil duduk maupun kencing sambil berdiri.

Dengan alasan di atas, saya sendiri menganjurkan untuk kencing dengan posisi duduk/jongkok. Kenapa? Sebab saat dalam posisi duduk urin akan keluar dengan lancar sehingga tidak ada urin yang masih tertinggal di kemaluan.

Mungkin anda juga pernah mengalami tatkala saat posisi sujud, rupanya masih terdapat air yang mengalir. Air kencing adalah najis, sedangkan syarat melaksanakan shalat adalah bersih dari hadas baik kecil maupun besar sehingga air kencing tadi tentu menjadi penghalang kita untuk menunaikan ibadah Shalat.

Kalau anda Bagaimana?

Demikian artikel mengenai "Kencing Sambil Berdiri Menurut Islam dan Dunia Kesehatan". Apabila informasi ini bermanfaat, bagikan artikel ini ke teman atau saudara anda, Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel