Bacaan Niat Shalat Witir Lengkap Arab, Latin dan Terjemah

Shalat witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan dalam jumlah rakaat ganjil, karena secara bahasa witir sendiri berarti ganjil. Witir dapat dikerjakan opsional mulai usai shalat Isya’ hingga menjelang waktu subuh. Shalat ini sebaiknya dikerjakan secara indiviru atau sendiri-sendiri, kecuali di bulan ramadhan dapat dilaksanakan setelah shalat tarawih.

Shalat Witir terdiri dari minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat, lebih dari itu tidak diperbolehkan. Jika kita hendak melaksanakan shalat witir 3 rakaat atau lebih, maka caranya adalah melaksanakan dua rakaat salam, dua rakaat salam tambah satu rakaat sebagai penutup.




Pada dasarnya witir merupakan shalat penutup bagi shalat malam. Witir sebaiknya dilaksanakan setelah melakukan berbagai shalat sunnah malam misalkan shalat tahajjud, hajat, istikharah dan lain sebagainya.

Namun bukan berarti kita tidak boleh melaksanakan shalat witir sebelum shalat malam. Tidak semua orang dapat bangun di tengah malam, jadi mereka dapat menunaikan witir setelah shalat isya', setelah tarawih di bulan ramadhan atau sebelum tidur. Hal ini tentu lebih baik ketimbang tidak melaksanakan shalat witir sama sekali.

Jikalau ternyata di tengah malam kemudian mereka melaksanakan shalat malam lagi (tahajjud, hajat dll) maka hendaklah menutupnya dengan shalat witir dalam jumlah genap, sehingga tetap terjaga keganjilannya.

Adapun niat shalat witir adalah sebagai berikut:




Niat Shalat Witir 1 Rakaat

Niat shalat witir 1 rakaat

Sebagai Imam

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an imaaman lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Sebagai Makmum

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an makmuuman lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Shalat Sendirian

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”




Niat Shalat Witir 2 Rakaat

Niat shalat witir 2 rakaat

Sebagai Imam

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adaa’an imaaman lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari shalat Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Sebagai Makmum

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adaa’an makmuuman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari shalat Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Shalat Sendirian

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari shalat Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”




Niat Shalat Witir 3 Rakaat

Niat shalat witir 3 rakaat

Sebagai Imam

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatal Witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa’an imaaman lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Sebagai Makmum

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatal Witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa’an makmuuman lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Shalat Sendirian

Lafal Arab:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latin dan Artinya:

Ushalli sunnatal Witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, Tunai karena Allah SWT.”

Khusus shalat witir 3 rakaat, dapat dikerjakan 3 rakaat sekaligus atau 2 rakaat salam + 1 rakaat salam. Namun, memisahkannya dengan salam pada rakaat kedua dianggap lebih utama daripada menyambung tiga rakaat sekaligus, sebagaimana yang disampaikan Syekh Zainuddin al-Maliabari:
“Menyambung rakaat witir merupakan menyalahi hal yang utama (khilaf al-aula) pada selain tiga rakaat. Sedangkan menyambung tiga rakaat witir (sekaligus) dihukumi makruh, sebab adanya larangan dalam hadits Nabi: ‘Janganlah kalian menyerupakan shalat witir dengan shalat maghrib’.” (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 289)
Wallahu A'lam Bisshawab.

Sumber: islam.nu.or.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel