Bacaan Doa Iftitah Terlengkap Arab, Latin dan Artinya

Doa Iftitah - Bagi kaum muslimin shalat merupakan suatu kewajiban. Maka dari itu orang tua wajib mengajarkan shalat pada anaknya sejak dini.

Salah satu hal pertama yang akan disampaikan seseorang saat mengajarkan shalat adalah bacaan doa Iftitah. Hal ini karena doa Iftitah dibacakan tepat setelah takbiratul ihram, sebelum membaca surah Al-fatihah dan surah pendek lainnya.

Di kesempatan kali ini kita akan membahas segala hal mengenai doa iftitah seperti macam, hukum, tulisan arab hingga arti atau terjemah doa iftitah dalam bahasa Indonesia.


Hukum doa Iftitah


Hukum membaca doa iftitah pada saat shalat adalah Sunnah. Artinya jika di dikerjakan maka akan mendapat pahala, namun jika dilewatkan maka tidak berdosa.

Meski hukumnya sunnah, Rasulullah menyampaikan bahwa shalat tidaklah sempurna tanpa doa iftitah. Hal ini sesuai dengan perkataan beliau di dalam hadis berikut:
“Sholat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir memuji Allah dan menyanjungnya kemudian membaca Alquran yang mudah baginya.” (HR. Abu Daud dan Hakim; shahih)



Lihat Daftar Isi


Macam-macam Doa Iftitah


Dalam hadis terdapat banyak macam doa iftitah yang bisa ditemukan. Penulis sendiri menemukan ada lebih dari 10 macam doa iftitah dari berbagai sumber referensi.

Kali ini kita akan membahas 6 macam doa iftitah yang paling umum dan sering digunakan sebagai bahan ajaran pedidikan Islam di Indonesia.

Meski terdapat banyak macam doa iftitah, maka maka hendaknya kita tidak menganggap doa iftitah yang sering kita baca lebih baik dari doa yang lain.

Selain itu, terdapat beberapa jenis doa iftitah yang rasul gunakan spesifik pada shalat tertentu, seperti doa Iftitah pada shalat tahajud.

Selengkapnya, berikut 6 doa iftitah yang paling populer.

1. Doa Iftitah

Buat anda yang berada di kalangan Nahdliyyin pasti tidak asing dengan doa iftitah yang satu ini. Doa satu ini dicantumkan Imam Nawawi dalam Al Adzkar, dengan bacaan sebagai berikut: 

doa iftitah nu

Lafal Arab

اَللّٰهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لَا شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan Latin

“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Terjemahan

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. 

Sesungguhnya Aku hadapkan wajahku pada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan Aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah Aku diperintahkan. Dan Aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”



Lihat Daftar Isi


2. Doa Iftitah Paling Pendek

Doa iftitah pendek yang satu ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Doa ini  merupakan doa iftitah terpendek diantara doa-doa yang tercantum dalam tulisan ini. 

doa iftitah pendek

Lafal Arab

اَ لْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Bacaan Latin

"Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih"

Terjemahan

"Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah."
Keterangan:
Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa doa iftitah ini awalnya juga dibaca oleh seorang Sahabat. Selesai sholat, Rasulullah mensabdakan bahwa 12 malaikat berebut mencatat doa iftitah pendek ini.
Lihat Daftar Isi


3. Doa Iftitah Allahumma Baid Baini

Doa iftitah ini biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat wajib. Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

Doa Iftitah Allahumma Baid Baini

Lafal Arab

اللّٰهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ 
.  اللّٰهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ 
. اللّٰهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Bacaan Latin

"Allaahumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Allaahummaghsil khothooyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod."

Terjemahan

"Ya Allah jauhkanlah Aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah Aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah Aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun."
Keterangan:
Doa ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.



Lihat Daftar Isi


4. Doa Iftitah Wajjahtu Wajhiya

Doa iftitah yang satu ini terkadang dibaca oleh Rasulullah saat shalat wajib dan terkadang juga dibaca Beliau pada shalat sunnah.

Doa Iftitah Wajjahtu Wajhiya

Lafal Arab


وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا (مُسْلِمًا) وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ . أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِى لْأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِى لْأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ


Terjemahan

"Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk (dan menyerahkan diri), dan Aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itu lah Aku diperintahkan. Dan Aku termasuk orang yang berserah diri.

Ya Allah, Engkau adalah penguasa. Tiada Tuhan kecuali Engkau Semata. Ya Allah Engkau adalah Tuhanku sedangkan Aku adalah hamba-Mu. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku dan Aku telah mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku. Tiada yang dapat mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau.

Tunjukilah Aku kepada akhlak yang terbaik. Tiada yang dapat membimbing kepada akhlak yang terbaik melainkan Engkau. Palingkanlah Aku dari akhlak yang buruk. Tiada yang dapat memalingkan Aku dari akhlak yang buruk melainkan Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah. Aku patuhi perintah-Mu. Seluruh kebaikan berada dalam tangan-Mu sedangkan kejelekan apapun tidaklah pantas untuk dinisbatkan kepada-Mu. Aku hanya dapat hidup karena-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Maha berkah Engkau Yang Maha Tinggi, Aku mohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu."
Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim. Sedangkan yang berada dalam kurung adalah tambahan dalam lafal hadits yang diriwayatkan Abu Daud.



Lihat Daftar Isi


5. Doa Iftitah Tahajud

Sesuai namanya, doa iftitah yang satu ini sering dibaca oleh Nabi Muhammad sewaktu Beliau melaksanakan shalat tahajud.

Doa Iftitah Tahajud


Lafal Arab


اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اَللّٰهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

Bacaan Latin

“Allahumma Lakal Hamdu Anta Nuurus Samaa Waa Ti Wal Ardhi Wa Man Fiihini, Walakalhamdu Anta Khaiyimus Samaa Waa Ti Wal Ardhi Wa Man Fiihini, Walakal Hamdu Anta Rabbussamaa Wa Ti Wal Ardhi Wa Man Fiinhi, Antal Hakka, Wawa’dukal Hakka, Wa Khaulukal Hakka, Walikhaa’ukal Hakka, Wal Jannati Hakka, Wannaru Hakka Wassa’attu Hakka”

“Allahumma Laka Aslamtu, Wabika Amantu, Wa’alaika Tawakaltu, Wailaika Anabtu, Wabika Khaatsamtu, Wailaika Khakamtu. Faagfirli Lii Maa Khadamtu Wamaa Akhartu, Wamaa Asrartu Wamaa Aghlanthu, Antalmukhadmu Wa Antal Muuharu, Anta Ilaahii Laa illaa Anta.”

Terjemahan

"Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milik-Mu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milik-Mu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu Aku pasrah diri, hanya kepada-Mu Aku beriman, hanya kepada-Mu Aku bertawakkal, hanya kepada-Mu Aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu Aku berdebat, hanya kepada-Mu Aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah Aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau."
Keterangan:
Doa iftitah tahajud ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad.



Lihat Daftar Isi


6. Doa Iftitah Rabba Jibril

Seperti doa iftitah sebelumnya, doa ini juga biasa dibaca Rasulullah SAW pada saat sholat tahajud.

Doa Iftitah Rabba Jibril

Lafal Arab

اَللّٰهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Bacaan Latin

“Allahumma Rabba Jibriilaa Wa Miikaaiila, Wa Israafiila Faa Thirassama Waati Wal Ardhi, ‘Aalimalghoibi Wasyahaadati Anta Tahkumu Baina ‘Ibaadika Fiimaa Kaanuu Fiihi Yakhtalifuuna. Ihdinii Limaakh Tulifa Fiihi Minal Haqqi Bi Idznika Innaka Tahdii Mantasyaa‘u Ilashiraathimmustaqiim.”

Terjemahan

Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.
Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan riwayat Imam Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud



Lihat Daftar Isi


Adab Membaca Doa Iftitah

  1. Disunnahkan menggabung doa iftitah dengan takbiratul ihram.
  2. Jika menghafal lebih dari satu versi doa iftitah, maka boleh digabungkan.
  3. Jika dalam posisi sebagai makmum, baiknya memilih doa iftitah yang singkat atau pendek agar tidak ketinggalan membaca surah Al-fatihah.
  4. Saat shalat berjamaah baiknya membaca doa iftitah secara lirih, entah itu dalam posisi sebagai imam maupun makmum.
  5. Makmum masbuk atau makmum yang terlambat mengikuti sholat tidak diharuskan membaca doa iftitah.
  6. Jika lupa membaca doa iftitah pada rakaat pertama, maka boleh diganti pada rakaat kedua.
  7. Jika benar-benar lupa membaca doa iftitah hingga rakaat terakhir shalat, maka anda tidak perlu menggantinya dengan sujud sahwi. Hal ini dikarenakan membaca doa iftitah bukan termasuk syarat wajib shalat.
  8. Doa iftitah tidak perlu dibaca ketika sedang mengerjakan sholat jenazah.
Wallahu a'lam
Lihat Daftar Isi



Sumber:

  • Bersamadakwah.net
  • Wisatanabawi.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel