Doa Sebelum Menyembelih Hewan Qurban Lengkap Arab, Latin dan Terjemah

Doa Menyembelih Hewan Qurban - Bagi umat muslim, setiap tanggal 10 pada bulan Dzuh Hijjah merupakan hari yang spesial. Pasalnya hari itu kita merayakan hari raya idul adha.

Bicara soal idul adha tak lepas kaitannya dengan kegiatan Berqurban, yaitu kegiatan menyembelih hewan Qurban lalu membagikan daging hewan tersebut kepada kerabat dan orang-orang fakir di lingkungan setempat.


Pengertian Qurban


Secara bahasa, Qurban berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat . Qurban juga bisa disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan.

Hewan yang biasa digunakan untuk berqurban yaitu kambing, sapi, kerbau dan unta. Dengan Berqurban, artinya kita telah mengerjakan sebagian peritah-Nya dengan harapan kita akan lebih dekat kepada Allah SWT.

Lihat Daftar Isi


Keutamaan Ibadah Qurban


Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda:
“Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).

Dapat disimpulkan bahwa Berqurban memiliki keutamaan yang amat luar biasa, diantaranya:
  1. Dicintai oleh Allah SWT
  2. Hewan Qurban akan menjadi pendamping kelak di hari kiamat (beberapa referensi menyebutkan yang dimaksud pendamping disini ialah tunggangan).
  3. Memperoleh pahala bahkan sebelum darah Qurban menyentuh tanah.

Lihat Daftar Isi


Hukum Qurban


Hukum Berqurban tidak lah wajib, melainkan Sunnah Muakad yang artinya sangat dianjurkan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Rasulullah dalam hadis berikut:
“Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)
Meski begitu, hukum qurban akan menjadi makruh saat seseorang benar-benar mampu dan berkecukupan.

Berqurban akan menjadi wajib hukumnya jika yang menunaikan memiliki nazar tertentu. Semisal, "saya akan berqurban jika bulan ini mendapat pekerjaan",   maka orang tersebut wajib berqurban jika benar-benar diterima kerja.

Lihat Daftar Isi


Dalil Tentang Qurban


Ada beberapa dalil terkai dengan Qurban, diantaranya terdapat dalam Al Quran surah Al-Kautsar ayat 1-3:

اِنَّاۤ اَعۡطَیۡنٰکَ الۡکَوۡثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّکَ وَ انۡحَرۡ اِنَّ شَانِئَکَ ہُوَ الۡاَبۡتَرُ

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” 

Juga dalam Al Quran surah Al-Hajj ayat 36:

وَ الۡبُدۡنَ جَعَلۡنٰہَا لَکُمۡ مِّنۡ شَعَآئِرِ اللّٰہِ لَکُمۡ فِیۡہَا خَیۡرٌ ٭ۖ فَاذۡکُرُوا اسۡمَ اللّٰہِ عَلَیۡہَا صَوَآفَّ

Artinya:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri”

Lihat Daftar Isi


Bacaan Doa Menyembelih Hewan Qurban


Doa Menyembelih Hewan Qurban Milik Sendiri


Orang yang berkorban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Ketika menyembelih disunahkan membaca niat atau doa berikut:

Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Sendiri


Lafal Arab

بِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنَّي


Bacaan Latin

"Bismillaahi wallaahu Akbar, Allaahumma hadzaa minka wa laka, Hadzaa ‘an"

Artinya

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurban ini dariku.” (HR. Muslim dan Baihaqi)

Lihat Daftar Isi


Doa Menyembelih Hewan Qurban Milik Orang Lain


Jika orang yang berkurban tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya.

Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain

Lafal Arab

بِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

Bacaan Latin

Bismillaahi wallaahu Akbar, Allaahumma hadzaa minka wa laka, Hadzaa ‘an Fulaan

Artinya

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurban ini atas nama fulan.” (HR. Muslim dan Baihaqi)

Keterangan: Ganti kata Fulan dengan Pemilik hewan Qurban tersebut

Lihat Daftar Isi


Binatang yang Diperbolehkan untuk Qurban


Ada beberapa jenis binatang yang diperbolehkan untuk Qurban, yaitu unta, sapi atau kerbau, dan kambing atau domba. 

Allah berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 34:
“Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.”
Ditinjau dari segi umur minimal, binatang yang dianggap layak dijadikan hewan kurban adalah sebagai berikut:
  • Domba : 1 tahun atau sudah berganti gigi
  • Kambing Jawa : 2 tahun
  • Sapi : 2 tahun
  • Kerbau : 2 tahun, dan
  • Unta : 5 tahun
Dalam Hadis Riwayat Ahmad dan Tirmidzi, disebutkan bahwa binatang kurban yang paling baik ialah kambing Jadza:
Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR Ahmad dan Tirmidzi).
 
Lihat Daftar Isi


Binatang Halal yang Tidak Boleh untuk Qurban


Syarat-syarat binatang yang akan disembelih untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat). Artinya kita tidak diperbolehkan berkurban dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:
  1. Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.
  2. Yang buta dan jelas terlihat kebutaannya
  3. Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.
  4. Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.
Rasulullah saw bersabda :
“Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.” (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).
Selain beberapa ciri di atas, terdapat beberapa binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu:
  1. Hatma’ : yang ompong gigi depannya (seluruhnya).
  2. Ashma’ : yang kulit tanduknya pecah.
  3. Umya’ : buta.
  4. Taula’ : yang mencari makan di perkebunan (tidak digembalakan).
  5. Jarba’ :yang banyak penyakit kudisnya.
Wallahu a'lam.

Lihat Daftar Isi



Sumber:
  1. Amalquran.com
  2. Wisatanabawi.com
  3. Nucare.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel