Bacaan Doa Qunut Shalat Subuh Lengkap Arab, Latin dan Terjemah

Doa Qunut Subuh - Tahukah anda bahwa Doa Qunut terdiri dari tiga macam? yaitu Qunut Nazilah, Qunut Shalat Witir, dan Qunut pada Shalat Subuh.

Di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Doa Qunut pada Shalat Subuh, yang mana berkaitan langsung dengan shalat fardhu yang kita kerjakan sehari-hari.


Pengertian Qunut


Qunut ( الْقُنُوْتُ )  secara bahasa berasal dari kata Qonata ( قَنَتَ )  yang berarti tunduk patuh atau taat. Sedangkan secara istilah, qunut adalah doa yang dibaca saat sholat dalam posisi berdiri dan cukup lama sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika dilihat dari pengertian di atas, maka doa qunut sebenarnya dapat diganti dengan melafalkan doa apa pun yang berbahasa arab. Meski begitu, lafal doa qunut yang paling dianjurkan tetaplah doa yang biasa dibaca mayoritas Nahdliyin pada saat shalat Subuh.




Lihat Daftar Isi


Bacaan Doa Qunut Subuh


Doa Qunut Subuh

Lafal Arab


اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى  اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 

Bacaan Latin

"Allaahummahdinii fiiman hadait, wa'a finii fiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaa rakta rabbanaa wata'aalait. Falakalhamdu 'alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa'atuubu ilaik, Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi wasallam."


Artinya

"Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan, aku memohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau, dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya."

Doa Qunut Subuh diatas hendaknya digunakan pada saat shalat sendirian. Sedang jika menunaikan shalat Subuh berjamaah, Imam dianjurkan Mengubah Lafal “ اهْدِنِىْ " yang berarti "berikan aku petunjuk" menjadi “ اهْدِنَى " yang artinya "berikan kami petunjuk".




Lihat Daftar Isi


Tata Cara Qunut Subuh


Doa Qunut Subuh dibaca setelah i'tidal (samiallahuliman hamidah), tepatnya diwaktu berdiri setelah rukuk dan sebelum sujud rakaat kedua shalat subuh.

Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas sebagaimana doa-doa pada umumnya.
Lihat Daftar Isi


Hukum Membaca Doa Qunut pada Shalat Subuh


Mengenai anjuran melaksanakan Doa Qunut pada saat shalat Subuh, para ulama sejatinya mengalami perbedaan pendapat. Mazhab Syafi’i dan Maliki berpandangan bahwa melaksanakan qunut pada shalat Subuh merupakan hal yang dianjurkan. Pandangan ini diambil berdasarkan hadis berikut:

مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا   

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam senantiasa melakukan qunut pada shalat Subuh sampai beliau meninggalkan dunia” (HR. Ahmad).

Sedang madzhab Hanbali dan Hanafi berpendapat bahwa Doa Qunut bukanlah anjuran untuk dilakukan pada shalat Subuh, salah satunya didasarkan pada hadis riwayat Muslim yang berbunyi:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ   

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berqunut ketika shalat fajar (shalat Subuh), kecuali ketika mendoakan kebaikan atau keburukan untuk suatu kaum” (HR Muslim).




Meski begitu, dalam Mazhab Syafi’i sendiri doa Qunut digolongkan sebagai sunnah ab’ad, yang artinya suatu kesunnahan yang ketika tidak dilakukan maka tidak sampai membatalkan shalat, tapi dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi.

Baca Juga : Bacaan dan Tata Cara Sujud Sahwi

Anjuran mengganti dengan sujud sahwi disampaikan oleh Syekh Syamsuddin ar-Ramli dengan penjelasan sebagai berikut:

المراد بسجود السهو ما يفعل لجبر الخلل وإن تعمد سببه كترك التشهد الأول أو القنوت عمدا 

Artinya: “Yang dimaksud dengan sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan untuk memperbaiki kekurangan, meskipun kekurangan tersebut dilakukan secara sengaja. Seperti meninggalkan tasyahud awal atau qunut dengan sengaja” (Syamsuddin ar-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, Juz 5, Hal. 150)

Wallahu a'lam

Lihat Daftar Isi



Sumber: Islam.nu.or.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel